Air Radiator vs Air Biasa, Ini Perbedaanya!

Air Radiator vs Air Biasa

Air radiator dan air biasa adalah dua jenis cairan yang sering digunakan untuk mengisi radiator mobil. Radiator adalah komponen penting yang berfungsi untuk mendinginkan mesin mobil agar tetap dalam suhu ideal. Namun, apakah ada perbedaan antara air radiator dan air biasa? Manakah yang lebih baik untuk digunakan? Apa saja efeknya terhadap mesin dan hal lain yang berkaitan? Artikel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan mengulas perbedaan, kelebihan, kekurangan, dan tips penggunaan air radiator dan air biasa.

Perbedaan Air Radiator dan Air Biasa

Air radiator, atau yang juga disebut sebagai coolant, adalah cairan khusus yang dirancang untuk memiliki kemampuan lebih baik dalam menyerap dan melepaskan panas dari mesin. Air radiator terbuat dari campuran air murni tanpa ada bahan tambahan mineral, ditambah bahan lain seperti zat beku dan pencegah karat. Air radiator biasanya berwarna hijau atau merah, tergantung dari jenisnya.

Air biasa adalah cairan yang tidak mengandung bahan tambahan apapun, seperti air suling atau air mineral kemasan. Air biasa lebih mudah, praktis, dan murah untuk digunakan sebagai cairan radiator. Namun, air biasa memiliki sifat yang kurang ideal bagi kesehatan mesin, karena mudah menyebabkan korosi, endapan, dan penguapan.

Kelebihan Air Radiator

Air radiator memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan air biasa, yaitu:

  • Memiliki titik didih lebih tinggi dari air biasa, sehingga lebih baik untuk menyerap panas dari mesin . Hal ini dapat mencegah terjadinya overheat yang bisa merusak mesin.
  • Memiliki sifat yang tidak mudah menguap. Efeknya, penggunaan air radiator bisa lebih panjang ketimbang air biasa. Hal ini dapat menghemat biaya penggantian cairan radiator.
  • Memiliki aditif kimia yang mampu mencegah korosi di dalam saluran radiator hingga water jacket di dalam mesin . Hal ini dapat menjaga kondisi mesin agar tetap bersih dan awet.
  • Memiliki aditif kimia yang mampu meminimalisir terbentuknya endapan yang bisa berpotensi buntu di dalam saluran radiator. Hal ini dapat menjaga aliran cairan radiator agar tetap lancar.

Kekurangan Air Radiator

Namun, air radiator juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu:

  • Lebih mahal daripada air biasa. Harga air radiator berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 200.000 per liter, tergantung dari merek dan jenisnya. Sedangkan harga air biasa hanya sekitar Rp 5.000 per liter.
  • Lebih sulit ditemukan daripada air biasa. Air radiator biasanya hanya tersedia di bengkel-bengkel resmi atau toko-toko spare part mobil. Sedangkan air biasa bisa ditemukan di mana saja, seperti pom bensin atau warung-warung.
  • Lebih berbahaya daripada air biasa. Air radiator mengandung bahan kimia yang bisa beracun jika tertelan atau terkena kulit. Oleh karena itu, penggunaannya harus hati-hati dan sesuai dengan petunjuk.

Kelebihan Air Biasa

Sementara itu, air biasa memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan air radiator, yaitu:

  • Lebih murah daripada air radiator. Harga air biasa sangat terjangkau dan bisa ditemukan di mana saja.
  • Lebih mudah ditemukan daripada air radiator. Air biasa bisa didapatkan dengan mudah di saat darurat, seperti jika terjadi kebocoran atau kehabisan cairan radiator.

Kekurangan Air Biasa

Namun, air biasa juga memiliki beberapa kekurangan dibandingkan dengan air radiator, yaitu:

  • Memiliki titik didih lebih rendah daripada air radiator, sehingga kurang baik untuk menyerap panas dari mesin . Hal ini dapat meningkatkan risiko overheat yang bisa merusak mesin.
  • Memiliki sifat yang mudah menguap. Efeknya, penggunaan air biasa harus lebih sering diganti daripada air radiator. Hal ini dapat menambah biaya penggantian cairan radiator.
  • Memiliki sifat yang mudah menyebabkan korosi di dalam saluran radiator hingga water jacket di dalam mesin . Hal ini dapat merusak kondisi mesin dan mengurangi performanya.
  • Memiliki sifat yang mudah menyebabkan endapan di dalam saluran radiator. Hal ini dapat mengganggu aliran cairan radiator dan menghambat proses pendinginan.

Efek Terhadap Mesin

Penggunaan air radiator dan air biasa memiliki efek yang berbeda terhadap mesin dan hal lain yang berkaitan, yaitu:

  • Efek terhadap suhu mesin. Air radiator mampu menjaga suhu mesin agar tetap ideal, karena memiliki titik didih lebih tinggi dan tidak mudah menguap. Sedangkan air biasa cenderung meningkatkan suhu mesin, karena memiliki titik didih lebih rendah dan mudah menguap. Suhu mesin yang terlalu tinggi atau overheat bisa merusak komponen-komponen mesin, seperti kepala silinder, bantalan laher, piston, dan sebagainya.
  • Efek terhadap kesehatan mesin. Air radiator mampu menjaga kesehatan mesin agar tetap bersih dan awet, karena memiliki aditif kimia yang mencegah korosi dan endapan. Sedangkan air biasa cenderung merusak kesehatan mesin, karena mudah menyebabkan korosi dan endapan. Korosi dan endapan bisa mengurangi efisiensi kerja mesin, menimbulkan karat, menghambat aliran cairan radiator, dan menyumbat saluran-saluran penting .
  • Efek terhadap biaya perawatan. Air radiator mampu menghemat biaya perawatan, karena memiliki usia pakai lebih panjang dan tidak perlu diganti terlalu sering. Sedangkan air biasa cenderung menambah biaya perawatan, karena memiliki usia pakai lebih pendek dan harus diganti lebih sering. Selain itu, penggunaan air biasa juga berpotensi menimbulkan kerusakan-kerusakan pada mesin yang membutuhkan biaya servis mahal .

Kesimpulan

Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa:

  • Air radiator dan air biasa adalah dua jenis cairan yang sering digunakan untuk mengisi radiator mobil.
  • Air radiator adalah cairan khusus yang dirancang untuk memiliki kemampuan lebih baik dalam menyerap dan melepaskan panas dari mesin. Air radiator terbuat dari campuran air murni tanpa ada bahan tambahan mineral, ditambah bahan lain seperti zat beku dan pencegah karat.
  • Air biasa adalah cairan yang tidak mengandung bahan tambahan apapun, seperti air suling atau air mineral kemasan.
  • Air radiator memiliki kelebihan dalam hal titik didih, sifat tidak mudah menguap, pencegahan korosi, dan pencegahan endapan. Namun, air radiator juga memiliki kekurangan dalam hal harga, ketersediaan, dan keamanan.
  • Air biasa memiliki kelebihan dalam hal harga dan ketersediaan. Namun, air biasa juga memiliki kekurangan dalam hal titik didih, sifat mudah menguap, penyebab korosi, dan penyebab endapan.
  • Penggunaan air radiator dan air biasa memiliki efek yang berbeda terhadap suhu mesin, kesehatan mesin, dan biaya perawatan.

Tips Memilih dan Menggunakan Air Radiator

Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk memilih dan menggunakan air radiator atau air biasa dengan baik:

Untuk memilih dan menggunakan air radiator atau air biasa dengan baik, ada beberapa tips yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Pilih air radiator yang sesuai dengan spesifikasi mesin mobil Anda. Biasanya, air radiator memiliki warna yang berbeda-beda, seperti merah, hijau, biru, atau kuning. Warna ini menunjukkan jenis dan kualitas air radiator. Misalnya, air radiator merah biasanya mengandung ethylene glycol yang tahan terhadap suhu tinggi dan korosi. Air radiator hijau mengandung propylene glycol yang lebih ramah lingkungan. Air radiator biru mengandung silikat yang bisa melindungi komponen logam dari karat. Air radiator kuning mengandung hybrid organic acid technology (HOAT) yang bisa mencegah endapan kotoran.
  • Jangan mencampur air radiator dengan air biasa. Air biasa bisa menyebabkan karat, korosi, dan endapan pada saluran pendingin mesin. Jika Anda terpaksa menggunakan air biasa karena keadaan darurat, segera ganti dengan air radiator sesuai spesifikasi setelah sampai di bengkel terdekat.
  • Periksa secara rutin kondisi dan volume air radiator. Pastikan tidak ada kebocoran atau keretakan pada selang, tutup, atau tangki air radiator. Jika ada, segera perbaiki atau ganti dengan yang baru. Juga pastikan volume air radiator cukup dan tidak berkurang secara drastis. Jika berkurang, tambahkan air radiator sesuai spesifikasi hingga mencapai level maksimum.
  • Bersihkan sistem pendingin mesin secara berkala. Setidaknya, lakukan flushing atau pembersihan sistem pendingin setiap 20.000 km atau 2 tahun sekali. Flushing bisa dilakukan dengan cara menguras seluruh isi air radiator dan menggantinya dengan cairan pembersih khusus. Biarkan cairan pembersih mengalir selama beberapa menit hingga kotoran dan endapan terbuang bersama cairan. Setelah itu, isi kembali sistem pendingin dengan air radiator baru sesuai spesifikasi.

Dengan melakukan tips-tips di atas, Anda bisa memilih dan menggunakan air radiator atau air biasa dengan baik dan menjaga performa mesin mobil Anda.

Exit mobile version