Cara Setting LiteSpeed Cache Plugin WordPress

How to Setup LiteSpeed ​​Cache WordPress Plugin

Cara Setting LiteSpeed Cache Plugin Wordpress
Cara Setting LiteSpeed Cache Plugin Wordpress

LiteSpeed Cache – Berikut ini selengkapnya cara setting LiteSpeed cache plugin wordpress untuk mempercepat loading website wordpress kamu.

LiteSpeed Cache adalah salah satu plugin cache wordpress yang bisa kamu install untuk mempercepat loading time website wordpress.

Plugin Cache sendiri sangat banyak pilihannya di directory plugin wordpress. LiteSpeed Cache adalah salah satunya.

Jika kamu menggunakan hosting dengan panel Cpanel, pasti kamu dapat menemukan LiteSpeed Cache di dalam Cpanel.

Saya sendiri lebih memilih menggunakan LiteSpeed Cache alasannya karena ini adalah salah satu fitur yang disediakan di hosting saya dan dari pengalaman setelah saya mencoba beberapa plugin cache.

Pilihan Plugin Cache WordPress Yang Banyak Digunakan

Di antara banyak plugin cache yang tersedia di directory plugin wordpress, ada beberapa plugin cache yang populer dan banyak digunakan.

Beberapa plugin cache wordpress yang populer adalah sebagai berikut ini. Urutan berikut ini tidak mencerminkan rating ya.

  1. LiteSpeed Cache
  2. WP Rocket (hanya premium)
  3. WP Fastest Cache
  4. WP-Optimize
  5. W3 Total Cache
  6. WP Super Cache

LiteSpeed Cache

LiteSpeed Cache adalah plugin yang bisa kamu gunakan gratis. Fitur yang disediakan sangat lengkap dan sudah mencukupi apa yang kamu butuhkan untuk sebuah plugin cache wordpress.

Cara Setting LiteSpeed Cache plugin sangatlah mudah dimengerti untuk yang masih pemula sekalipun. Dengan plugin LiteSpeed Cache kamu dapat:

  • Full page caching dilakukan di level server sehingga dapat diproses lebih cepat dan efisien.
  • CSS, JavaScript, atau HTML Minification and Combination
  • Browser Cache Support
  • Object Cache dengan Redis
  • Lazy Load Images
  • Image Optimization
  • Database Optimization
  • Dan berbagai fitur canggih lainnya

WP Rocket (hanya premium)

Berbeda dengan LiteSpeed Cache plugin, WP Rocket adalah plugin cache wordpress yang hanya tersedia versi premium.

Plugin ini juga pernah saya coba dan sangat powerfull serta kemudahan dalam setting plugin nya. Untuk kamu yang mau menggunakan plugin ini, kamu harus beli lisensinya.

WP Fastest Cache

WP Fastest Cache juga merupakan plugin cache wordpress yang populer dan banyak digunakan. Kelebihan dari plugin ini menurut saya adalah kemudahan dalam settingannya.

Plugin WP Fastest Cache hadir dalam versi gratis dan premium. Untuk menggunakan semua fungsinya, kamu harus membeli lisensinya.

Akan tetapi hampir semua yang kamu butuhkan seperti minify html, js dan cache browser ada tersedia pada versi gratisnya. Salah satu yang tidak tersedia pada versi gratisnya adalah lazy load image.

WP-Optimize

WP-Optimize adalah plugin caching wordpress yang tersedia versi gratis dan versi premium (berbayar).

Plugin Ini sangat mudah sekali untuk di setting dan memiliki berbagai fitur untuk mengoptimalkan website wordpress kamu.

WP-Optimize berfungsi untuk mempercepat website WordPress kamu dengan cara membersihkan data base website kamu, Optimasi gambar, dan website.

Jika kamu yang lebih suka mengatur atau mengoptimalkan hampir semua aspek di satu tempat, maka WP-Optimize plugin cache wordpress ini bisa kamu pilih.

W3 Total Cache

W3 Total Cache adalah salah satu plugin caching gratis terbaik paling populer untuk WordPress. Plugin ini berfungsi untuk meningkatkan kinerja server kamu dengan cara caching setiap aspek website kamu dan juga menawarkan integrasi CDN.

Plugin ini memang sangat powerfull untuk mempercepat website wordpress kamu. Kelemahan dari plugin ini menurut saya adalah setting nya yang rumit namun sangat komplit apa setting yang kamu butuhkan disini.

Kamu harus paham dalam penggunaanya karena jika tidak, maka bisa merusak tampilan web kamu dan tidak mendapat manfaat dari plugin cache nya itu sendiri.

WP Super Cache

Plugin WP Super cache ini hampir sama karakternya dengan WP Fastest Cache menurut saya. Settingnya mudah dan fitur yang kamu butuhkan hampir semuanya ada di plugin ini.

WP Super Cache sendiri adalah Plugin Cache dari WordPress.com. Plugin ini membantu kamu menghasilkan file html statis dari blog WordPress dinamis kamu. 

Plugin akan  memproses skrip WordPress WordPress yang relatif lebih berat terlebih dahulu dan akan menyajikan file HTML statis untuk sebagian besar pengunjung situs web Anda.

Alasan Kenapa Memilih LiteSpeed Cache?

Sebelum kita ke cara setting plugin LiteSpeed Cache, alangkah baiknya saya katakan alasan kenapa saya memilih plugin LiteSpeed Cache.

Sebetulnya semua plugin cache yang sudah saya bahas tadi itu semuanya bagus. hanya saja saya memilih menggunakan plugin LiteSpeed Cache setelah menguji dan mencoba semuanya.

Singkatnya kenapa saya memilih plugin LiteSpeed Cache adalah karena ini sudah ada di dalam paket Hosting (terintegrasi).

Yang kedua adalah cara setting plugin LiteSpeed Cache tergolong tidak terlalu rumit bagi orang seperti saya yang bukan ahli.

Selanjutnya adalah dari pengetesan yang saya lakukan, plugin LiteSpeed Cache memiliki score pengoptimalan yang paling bagus untuk versi plugin cache wordpress yang gratis.

Terakhir, pada setting LiteSpeed Cache plugin terdapat integrasi CDN quick cloud dan gratis yang bisa kita manfaatkan untuk pengoptimalan loading website.

Cara Setting LiteSpeed Cache Plugin WordPress 2022

Oke selanjutnya kita ke cara setting LiteSpeed Cache plugin wordpress untuk mempercepat loading website kamu agar mendapat score pengoptimalan yang bagus.

Setting yang saya lakukan dengan menggunakan plugin LiteSpeed Cache Versi 4.6 tahun 2022

General setting

Di bagian general setting, saya hanya mengintegrasikan dengan quick cloud dengan request domain key dan mengisi kolom Server IP dengan IP adress hosting kamu.

  1. Request domain key
  2. Isi kolom Server IP

Untuk integrasi CDN dengan Quick Cloud akan saya bahas di tutorial yang berbeda. Jika bingung, tinggalkan dulu bagian general dan lompat ke bagian Cache setting.

Cache setting

  • Cache
    • Enable Cache ON
    • Cache Logged-in Users ON (supaya kita bisa lihat halaman yang sama dengan yang visitor lihat)
    • Cache Commenters ON
    • Cache REST API ON
    • Cache Login Page ON
    • Cache favicon.ico ON
    • Cache PHP Resources ON
    • Cache Mobile ON
  • TTL (lewati)
  • Purge (lewati)
  • Exclude
    • Do not cahe URL (isi url yang ingin kamu kecualikan)
  • ESI (lewati)
  • Object Cache
    • Object Cache ON
    • Method (saya pilih Redis)
  • Browser Cache (saya pilih OF karena cache suka nyangkut)
  • Advanced (lewati)

CDN Setting

Untuk cara setting LiteSpeed cache di bagian CDN, karena saya integrasikan dengan CDN Quick Cloud, akan saya bahas di tutorial terpisah. Silahkan pilih ON saja dulu untuk QUIC.cloud CDN nya.

Image Optimization

  • Image Optimization Settings
    • Auto Request Cron ON
    • Auto Pull Cron ON
    • Optimize Original Images ON
    • Remove Original Backups OF
    • Optimize Losslessly ON
    • Preserve EXIF/XMP data ON
    • Create WebP Versions ON
    • Image WebP Replacement ON

Page Optimization

  • CSS Setting
    • CSS Minify ON
    • CSS Combine OF (silahkan bisa ON kan jika tampilan tidak rusak)
    • Generate UCSS ON
    • UCSS Inline ON
    • CSS Combine External and Inline OF
    • Load CSS Asynchronously ON
    • CCSS Per URL OF
    • Inline CSS Async Lib ON
    • Font Display Optimization SWAP
  • JS Setting
    • JS Minify ON
    • JS Combine OF
    • JS Combine External and Inline OF
    • Load JS Deferred (Deffered)
  • HTML Setting
    • HTML Minify ON
    • Remove Query Strings ON
    • Load Google Fonts Asynchronously ON
    • Remove Google Fonts OF
    • Remove WordPress Emoji ON
    • Remove Noscript Tags ON
  • Media Setting
    • Lazy Load Images ON
    • Responsive Placeholder ON
    • LQIP Cloud Generator ON
    • LQIP Quality 4
    • Generate LQIP In Background ON
    • Lazy Load Iframes ON
    • Add Missing Sizes ON
  • Media Excludes
    • Lazy Load Image Excludes (isi url logo web kamu)

Untuk cara setting LiteSpeed Cache plugin yang lainnya, maksudnya setting yang tidak dibahas di atas, itu bisa kamu biarkan saja atau kamu eksplore sendiri ya sob.

Cara setting LiteSpeed Cache plugin diatas sudah cukup bikin web kamu loading ringan atau loading lebih cepat.

Namun hasilnya bisa berbeda ya sob, bisa terjadi plugin-plugin wordpress yang kamu gunakan ada yang conflict atau theme kamu yang conflict dengan setingan tertentu di plugin LiteSpeed Cache nya.

Cara Test Kecepatan Website Kamu (Speed Test)

Setelah kamu mengikuti cara setting LiteSpeed Cache plugin ini, kamu test kecepatan loading website kamu di PageSpeed Insights.

Silahkan lihat berapa score yang kamu dapat dan apa yang masih perlu dioptimalkan baik untuk loding versi Desktop atau Mobile.

Salah satu yang tak bisa dilakukan pengoptimalan oleh plugin cache manapun adalah ketika kecepatan server hosting kamu memang lambat ya sob.